1.
Aharepatikulasanna
Merupakan perenungan terhadap makanan yang menjijikkan
2.
Catudhatuvavatthana
Yaitu analisa
terhadap empat unsur yang
ada di dalam badan jasmani (patavidhatu, apodhatu, tejodhatu, vayodhatu)
3.
Empat apamañña
Keadaan yang tidak terbatas: Metta, Karuna, Mudita, Upekkha
4.
Empat arupa
Perenungan
tanpa bentuk atau materi
a.
Akasanancayatana,
obyek ruangan tanpa batas.
b.
Viññanancayatana,
obyek kesadaran tanpa batas
c.
Akincaññayatana,
obek kekosongan
5.
Sepuluh kasina
Perwujudan
benda, yaitu :
a.
pathavi
kasina (wujud tanah)
b.
Apo
Kasina (wujud air)
c.
Tejo
kasina (wujud api)
d.
Vayo
kasina (wujud udara)
e.
Nila
kasina (wujud warna biru)
f.
Pita
kasina (wujud warna kuning)
g.
Lohita
kasina (wujud warna merah)
h.
Odata
kasina (wujud warna putih)
i.
Aloka
kasina (wujud cahaya)
j.
Akasa
kasina (wujud ruang terbatas)
6.
Sepuluh asubha
Perwujudan mayat yang menjijikkan
a.
Uddhumataka
mayat
yang melembung/membengkak
b.
Vinilaka
mayat
dengan warna kebiru-biruan
c.
Vipubbaka
mayat
bernanah
d.
Vicchiddaka
mayat
terbelah di tengah
e.
Vikkhayitaka
mayat
dimakan binatang
f.
Vikkhittaka
mayat
hancur lebur
g.
Hatavikkhittaka
mayat
yang busuk & hancur
h.
Lohitaka
mayat
yang berdarah
i.
Puluvaka
mayat
yang dikerumuni belatung
j.
Attikha
perwujudan
tengkorak
7.
Sepuluh Anussati
a. Buddhanussati,
perenungan tehadap sifat-sifat Sang Buddha
bahwa beliau telah terbebas dari lobha, dosa dan moha.
b. Dhammanussati,
perenungan
terhadap Sang Dhamma yang tidak terkena lobha, dosa dan moha
c. Sanghanussati,
perenungan terhadap sangha yang terbebas dari Lobha, dosa dan moha.
d. Silanussati,
perenungan terhadap sila yang dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
e. Caganussati,
perenungan terhadap kebajikan yang telah dilaksanakan dalam kehidupan
sehari-hari.
f.
Devatanussati,
perenungan terhadap para dewa
g.
Marananussati,
perenungan terhadap kematian yang akan dialami semua mahluk.
h.
Kayagatassati,
perenungan terhadap kekotoran badan
jasmani.
i.
Anapanassati,
perenungan terhadap masuk keluarnya napas.
j.
Upasamanussati,
perenungan terhadap keadaan nibbanā.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar