Kamis, 02 Januari 2014

40 MACAM OBYEK SAMATHA BHAVANA


1.      Aharepatikulasanna
Merupakan perenungan terhadap makanan yang menjijikkan
2.      Catudhatuvavatthana
Yaitu analisa terhadap empat unsur yang ada di dalam badan jasmani (patavidhatu, apodhatu, tejodhatu, vayodhatu)
3.      Empat apamañña
Keadaan yang tidak terbatas: Metta, Karuna, Mudita, Upekkha
4.      Empat arupa
Perenungan tanpa bentuk atau materi
a.      Akasanancayatana, obyek ruangan tanpa batas.
b.      Viññanancayatana, obyek kesadaran tanpa batas
c.       Akincaññayatana, obek kekosongan
d.      Nevasaññanasannayatana, obyek pencerapan pun tidak bukan pencerapan.
5.      Sepuluh kasina
Perwujudan benda, yaitu :
a.      pathavi kasina (wujud tanah)
b.      Apo Kasina (wujud air)
c.       Tejo kasina (wujud api)
d.      Vayo kasina (wujud udara)
e.      Nila kasina (wujud warna biru)
f.        Pita kasina (wujud warna kuning)
g.      Lohita kasina (wujud warna merah)
h.      Odata kasina (wujud warna putih)
i.        Aloka kasina (wujud cahaya)
j.        Akasa kasina (wujud ruang terbatas)
6.      Sepuluh asubha
Perwujudan mayat yang menjijikkan
a.      Uddhumataka
mayat yang melembung/membengkak
b.      Vinilaka
mayat dengan warna kebiru-biruan
c.       Vipubbaka
mayat bernanah
d.      Vicchiddaka
mayat terbelah di tengah
e.      Vikkhayitaka
mayat dimakan binatang
f.         Vikkhittaka
mayat hancur lebur
g.       Hatavikkhittaka
mayat yang busuk & hancur
h.       Lohitaka
mayat yang berdarah
i.         Puluvaka
mayat yang dikerumuni belatung
j.         Attikha
perwujudan tengkorak
7.      Sepuluh Anussati
a. Buddhanussati, perenungan tehadap sifat-sifat Sang Buddha bahwa beliau telah terbebas dari lobha, dosa dan moha.
b. Dhammanussati, perenungan terhadap Sang Dhamma yang tidak terkena lobha, dosa dan moha
c. Sanghanussati, perenungan terhadap sangha yang terbebas dari Lobha, dosa dan moha.
d.  Silanussati, perenungan terhadap sila yang dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
e. Caganussati, perenungan terhadap kebajikan yang telah dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
f.        Devatanussati, perenungan terhadap para dewa
g.      Marananussati, perenungan terhadap kematian yang akan dialami semua mahluk.
h.      Kayagatassati, perenungan terhadap kekotoran  badan jasmani.
i.        Anapanassati, perenungan terhadap masuk keluarnya napas.
j.        Upasamanussati, perenungan terhadap keadaan nibbanā.

Tidak ada komentar: